When I think of love
12/26/2006 09:07:22 AM
Apa kamu mencintaiku? Wah aku lupa bagaimana rasanya menggenggam erat jari-jarimu di antara sela-sela jariku yang sekarang membujur kaku kedinginan tanpa hangatnya kamu. Yang aku tahu kamu sering mengatakan itu. Cinta. Cinta matikah itu? Wah aku kurang tahu bagaimana jadinya aku kalau tanpa cinta kamu. Mungkin semakin tidak waras, karena dengan keberadaaanmu saja aku sukses tidak waras, atau mati. Katanya namanya cinta mati. Wah kalau begitu aku seharusnya mati sekarang. Karena aku cinta mati. Cinta sampai mati. Cintaku sudah di ubun-ubun lalu meledak melalui sel-sel tubuhku. Mati, atas nama cinta. Lucu juga. Namaku akan dikenang di novel karangan hm kamu, mungkin? Mungkin. Salah satu dari milyaran kemungkinan atas cintaku yang terlalu tinggi. Tinggi dalam mencinta, tapi lebih tinggi lagi dalam berharap, tapi paling tinggi lagi dalam menderita. Cinta kita manis. aku mau jilati setiap hari. Sampai-sampai jadi hambar. Seperti sayur yang lupa ditaburi garam. lalu tidak akan semanis awalnya lagi. Lalu aku akan lari, mencari bibir lain yang akan menggigit bibirku tiap pagi. Menyisakan luka yang berdarah, lalu siap aku hisap. Rasa darah, hmm rasa cinta. Cinta membuat kita berdarah. Dari hati sampai pikiran. Otakku jadi butek. Tapi aku hanya mau kamu. Kamu kamu kamu. Kamuu.. Ng Kamu.. Jangan tanya lagi apa aku mencintaimu, saat ini. Siapa namamu? Oh, mungkin kamu salah sambung. Namaku sakit, ayahku perih, dan ibuku cinta. Kamu mengenalku? Oh, namamu hati? Apa kamu sehalus ibuku si cinta? Apa kamu akan sebodoh ia mencintai ayahku si perih? Lalu menghasilkan anak bernama sakit? Kita tidak boleh bersama. Anak kita nanti akan bernama sakit hati. Sakit + hati. Sakit atas cinta, Sakit dari hati, sakit hati. Kasian dia. Atau kasian aku? Kasian kita mungkin. Merawat sakit hati lebih susah dari merawat bayi yang hampir mati. Aku mencintaimu, cuma itu yang aku perlu. Aku mencintaimu. Apa itu cukup? Aku mencintaimu. Apa kamu mencintaiku? Katakan padaku sebelum anak kita lahir. Sebelum kita akan dibatasi oleh si sakit hati.
*
I made this when i missed someone the most..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment