Tuesday, October 28, 2008

nostalgiagila

Ok i really have no idea what to write. Jadi i'm posting some of my favourite old writings dari blog yang dulu hehe :) hope its still enjoyable.


Tahu apa saya dan kamu?

06/26/2007 05:42:49 AM

Buat kamu, saya tidak mencintai kamu sebesar dia. Saya tahu. Saya tidak mau menggoreskan cinta saya di atas pergelangan tangan supaya bisa saya pamerkan sebagai tanda cinta saya yang tidak ketulungan. Saya tidak rela jadi pelacur yang pura pura sakit jatuh rapuh lalu hancur berantakan supaya kamu rekatkan lagi kepingan saya dengan ludah bercecer dari ciumanmu yang kamu obral pada saya karena kasihan terus-terusan saya meronta minta dicinta. Saya belum rela digerogoti perasaan. Saya kurang rela jadi lemah, kurang rela untuk jadi beban berat kamu lagi. Saya tidak mau jadi tikus, mengais cinta mencari cinta kamu di tempat yang paling rendah, saya mau jadi manusia saya mau cari cinta kamu di depan mata dengan harga diri saya yang saya jaga bukan dengan mandi sampah dan ikut-ikutan bau sampah untuk membuat kamu kasihan dan tunduk pada kasihanmu pada saya. Saya belum rela jadi bodoh mengorek isi otak saya supaya kosong lalu mengisi dengan cinta selamanya buat kamu, lalu jadi dangkal dan berpikir untuk mendapatkan cinta kamu dengan mengacungkan silet penuh darah yang baru mengalir dari pergelangan tangan yang baret baret tidak keruan sebagai ancaman kalau cinta saya tidak kamu balas. Saya kurang rendah hati untuk membiarkan diri saya jadi hina. Saya kurang kelihatan cinta, terlalu kasar, terlalu dekat dekat orang lain padahal bibir saya mengumbar cinta buat kamu seorang.

Sayangnya saya belum bisa jadi begitu, sayangnya saya tidak bisa jadi begitu waktu itu, sayangnya saya tidak akan pernah jadi begitu sampai kapanpun bahkan sampai luka saya makin pilu saya makin jatuh dan kamu makin tidak bisa saya rengkuh. makin jauh. makin jauh saya dari kamu. makin jauh kamu dari saya. sama sama jauh. lama lama hilang saya dari hati kamu, lama lama yang ada hanya sekedar kenyataan bahwa saya cuma punya rindu, tidak lagi punya kamu. Dan setelah lama nya sudah terlalu, lupa kamu saya pernah hidup, setelah lama nya sudah terlalu, lupa diri saya karena rindu itu saya jadi mabuk. Setelah kamu lupa, saya akan lupakan kamu dengan susah payah habiskan semua daya, setelah saya lupa, semoga semua itu jadi final dari perasaan saya yang minta ampun besarnya.

Buat saya, saya mencintai kamu lebih dari dia. Kamu belum tau. Tidak tau. Tidak akan pernah tau. Tidak bisa tau. Tidak peduli untuk tau. Pikiran saya yang bercabang tidak menyatu pada pikiranmu yang sudah saya coba untuk gapai gapai walau angin dan segalanya buat saya lemah dan sedikit lagi patah. Dunia kita neraka dan surga, berlawanan. Pikiran kita setan dan malaikat, bukan sahabat. Sekarang sedikit tanya, siapa setan siapa malaikat? Siapa busuk siapa baik? Siapa benar siapa salah? Siapa saya siapa kamu kenapa kita tidak saling menyatu? Saya sudah menjawab sendiri sayang tidak mau bagi bagi pikiran saya yang terlalu egois. nanti kesempatan saya makin kecil untuk melihat senyum kamu sedikit. nanti kamu benci. nanti saya jadi setan saya jadi busuk saya jadi salah. Saya mau jdi malaikat saya mau jadi baik saya mau jadi benar. Tapi di mata kamu saya terlanjur jadi si setan si busuk si salah. Padahal tiap saya bercermin dalam bisu bayangan saya berbisik lirih saya malaikat saya baik saya benar. Kamu salah kamu beda dari saya. Saya tidak mau mati buat kamu, bukan berarti cinta saya kurang. Kalaupun nantinya saya mau menyilet tangan saya sampai darah bercucuran mungkin saya sudah gila, cinta buat kamu tidak pernah ada dalam mati saya. Karena saya memberikan hidup saya untuk mencintai kamu, mau hidup selamanya supaya cinta ini tetap hidup, bukan mati sebagai bukti saya cinta, bukti saya hebat, bukti saya lebih, karena saya yakin saat jantung berhenti otak saya akan berputar berpikir dan menggigil, tentang surga dan neraka, tentang mana tempat yang akan saya kunjungi. Dan lagi lagi pertanyaan itu akan muncul, siapa setan siapa malaikat? siapa baik siapa busuk? siapa benar siapa salah? dan akan muncul benci kalau ternyata saya si setan, saya di neraka. tapi saya tidak akan seberuntung itu juga kalau saya si malaikat, saya di surga. berarti kamu setan, kamu si jahat, kamu di neraka. Surga saya akan tetap jadi neraka karena otak saya habis buat berpikir bagaimana kamu di bawah sana bagaimana sakitnya kamu di bawah sana dan akhirnya panas hati akan menggerogoti saya membuat cinta hilang dari pandangan saya. Bukankah lebih baik kita tetap hidup dan saling mencintai. apa ada guna dari mati untuk membuat cinta punya bukti? Setidaknya selama hidup, seperti apapun kita berlaku, kita cuma manusia, kita selamanya jadi kita, kita dengan cinta, hidup untuk cinta. Dan saya harap saat kamu sadar kamu tahu cinta saya tidak sekedar cinta yang dibuktikan dengan membaret baret tangan dengan cutter karatan, cinta saya seperti cutter karatan yang tidak pernah benci pada air walaupun air membuatnya berkarat, dibuang. walaupun air tidak pernah tahu bagaimana sebenarnya perasaan cutter, karena cutter diam tidak bicara dia bisu. Dan tau apa cutter karena ternyata air sama-sama bisu?


*
Remebering that day when love was so deep yet torturing for me.

No comments: